Selasa, 17 Agustus 2021

PERSEBARAN NENEK MOYANG INDONESIA

                                 Persebaran Nenek Moyang Indonesia

Dua gelombang nenek moyang

Kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia tersebut terbagi dalam dua gelombang, yaitu:

1.    Proto Melayu (Melayu tua)

Bangsa Proto Melayu tiba di Indonesia sekitar 2000 Sebelum Masehi. Mereka membawa budaya neolitikum (batu baru). Arah persebarannya terdiri dari dua cabang, yaitu: Cabang pertama adalah bangsa yang membawa peralatan kapak lonjong dan disebut sebagai ras Papua-Melanososid, kemudian menyebar ke Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua. Cabang kedua adalah bangsa Proto Melayu yang disebut ras Austronesia. Ras ini menyebar melalui Malaya, Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan pulau-pulau lain. Hasil kebudayaan yang mereka bawa adalah kapak persegi.

 

2. Bangsa Deutero Melayu (Melayu muda)

Bangsa Deutero Melayu tiba di Kepulauan Indonesia kira-kira tahun 500 Sebelum Masehi. Kedatangan mereka disertai kebudayaan logam yang berasal dari Vietnam Utara. Benda-benda logam yang mereka bawa di antaranya berupa nekara, candrasa, bejana perunggu, manik-manik dan arca. Penyebaran nenek moyak dari kelompok ini bermula dari daratan Asia ke Thailand, Malaysia, dan menuju Indonesia. Gelombang terakhir ini masih tergolong ras Austronesia. Pada perkembangannya, ras Papua-Melanosoid, Asutronesia, dan sisa ras Austr0-Melanesoid melahirkan berbagai macam suku bangsa yang tersebar di seluruh Indonesia.

Corak kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia menjelang memasuki zaman sejarah dibedakan sebagai berikut:

            Masyarakat agraris

           Masyarakat bahari

            Masyarakat seni

           Masyarakat religius
 
KLIK LINK SOAL DIBAWAH INI!

5 komentar:

peninggalan zaman pra aksara

                                          Peninggalan Zaman Praaksara Zaman praaksara tidak meninggalkan bukti-bukti berupa tulisan. Temuan ...