KERAJAAN SRIWIJAYA DAN KERAJAAN MAJAPAHIT
1.Kerajaan
Sriwijaya adalah kerajaan bercorak Buddha yang didirikan
oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa pada abad ke-7. Kerajaan Sriwijaya terletak di
tepian Sungai Musi, di daerah Palembang, Sumatera Selatan. Pada masanya,
kerajaan maritim ini banyak memberi pengaruh di nusantara. Kerajaan Sriwijaya
mencapai puncak kejayaan ketika diperintah oleh Raja Balaputradewa, yang
berkuasa pada abad ke-9. Pada masa kejayaannya, Sriwijaya mengontrol
perdagangan di jalur utama Selat Malaka dan daerah kekuasaannya meliputi
Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, dan sebagian Jawa.
Selain itu, kebesarannya juga dapat dilihat dari keberhasilannya di beberapa
bidang, seperti bidang maritim, politik, dan ekonomi. Dalam Bahasa Sanskerta,
Sriwijaya berasal dari kata sri yang berarti cahaya dan wijaya yang artinya
kemenangan.
Peninggalan kerajaan Sriwijaya
Prasasti Kedukan, Bukit Prasasti Talang Tuo,
Prasasti Telaga Batu, Prasasti Kota Kapur, Prasasti Karang Berahi, Candi Biaro
Bahal IIII, Candi Muara Takus.
2.Kerajaan Majapahit
Butuh 4 kali pergantian kepemimpinan raja untuk membangun
kejayaan kerajaan Majapahit.
Setelah Raden Wijaya wafat (1293 - 1309), era kepemimpinan berganti ke tangan
Sri Jayanagara, Tribuwana Wijayatunggadewi, dan Sri Rajasanagara atau yang
lebih dikenal dengan Hayam Wuruk.
Kerajaan Majapahit sangat berkembang pesat saat dipimpin oleh Hayam Wuruk cucu
dari Raden Wijaya dengan dampingan mahapatih Gajah Mada. Mahapatih Gajah Mada
dikenal dengan Sumpah Palapanya yang bertekad mempersatukan Nusantara di bawah
panji kekuasaan Majapahit.
Pusat Kerajaan Majapahit
Sebagai kerajaan besar di masa itu, Majapahit tercatat pernah mengalami
kepindahan pusat pemerintahan sebanyak 3 kali. Ketiga pusat pemerintahan
tersebut masih dalam area wilayah Jawa Timur yaitu mojokerto, trowulan, daha
Melemahnya kekuasaan Majapahit terjadi saat kematian Hayam Wuruk dan mahapatih Gajah Mada pada 1364.
Sinar kejayaan Kerajaan Hindu-Buddha paling besar dan Berjaya di Nusantara perlahan meredup meski telah beberapa kali mengalami pergantian kepemimpinan.
Masa jaya Majapahit berakhir saat wilayah kekuasaannya direbut oleh kerjaan lain. Terutama setelah mendapat serangan dari kerajaan islam pertama di Jawa, Kesultanan Demak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar