Selasa, 17 Agustus 2021

PENGAKUAN PALESTINA

 

                PENGAKUAN PALESTINA TERHADAP KEMERDEKAAN RI

Palestina secara de facto mengakui RI sebagai negara yang merdeka setahun sebelum kemerdekaan RI yang sebenarnya, yaitu pada 6 September 1944.  Pengakuan ini disebarluaskan ke seluruh dunia Islam oleh seorang mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini. 

Sejak negara Palestina mengakui kedaulatan Indonesia pada 1944, dukungan terus mengalir. Bahkan salah seorang saudagar kaya raya Palestina, Ali Taher rela mengeluarkan kekayaannya untuk kemerdekaan.

"Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia," katanya kepada Zein Hassan saat awal terjadinya Agresi Militer II Belanda di Indonesia, sekitar Desember 1948.

Sosok Ali Taher dikenal sebagai raja media Palestina dan sangat mencintai Indonesia, terbukti dengan kedekatannya dengan para pejuang Indonesia di Timur Tengah. Sejumlah media cetak Palestina yang dimiliki Ali Taher antara lain, Ashoura, Al-Shabab, Al Minhaj dan Al Alam Al-Masri.

"Suatu hari dia menarik saya ke Bank Arabia dan mengeluarkan semua uangnya yang tersimpan di dalam bank itu dan kemudian memberikan kepada saya tanpa meminta tanda bukti penerimaan," ungkap Zein.

Dalam sejarah, Mesir memang jadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 22 Maret 1946. Namun pengakuan ini tak lepas dari peran para tokoh Palestina dan Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, yang diketuai oleh Mohamed Zein Hassan.

Pada 9 Juni 1947, Mesir mengadakan pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia yang dihadiri Ketua Delegasi RI, H Agus Salim, Mufti Palestina Syaikh Muhammad Amin Al Husaini, Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Faisal.

  KLIK LINK SOAL DIBAWAH INI!

     https://forms.gle/LFPkDKpnw2pqEUEt5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

peninggalan zaman pra aksara

                                          Peninggalan Zaman Praaksara Zaman praaksara tidak meninggalkan bukti-bukti berupa tulisan. Temuan ...